Showing posts with label tips wirausaha. Show all posts
Showing posts with label tips wirausaha. Show all posts

Tuesday, January 31, 2012

Cara Gampang Memulai Bisnis

 Cara Gampang Mulai Berbisnis ?

Pertanyaan kayak judul thread diatas sering muncul akhir2 ini persis kayak anak SD kalo disuruh gambar pemandangan, yang digambar biasanya ada dua gunung, trus dibawahnya ada sawah lengkap dengan jalanan. Artinya pertanyaan kayak gini seragam dimana mana
Sebenernya ini mah gampang banget jawabannya, masalahnya karena gak ada di buku pelajaran sekolah kita-kita semua jadi kebingungan cari jawabannya...

Urutannya seperti ini aja:

#1. Cari tahu masalah yang ada di masyarakat,

Karena biasanya masalah yang ada di masyarakat punya potensi bisnis yang dahsyat...
Contohnya gini nih, dulu jaman kita masih kecil2 yang namanya minum air putih di rumah yaaa ambil dari sumur
Lha sekarang karena muncul masalah kesulitan air bersih di masyarakat muncul deh bisnis air minum kemasan di mana-mana dengan berbagai merk.

#2. Cari tahu apa hoby kita, apa ketrampilan kita, apa passion kita dan bagaimana network kita.

Ngomong hoby dan passion kita gampang cari taunya. Tanya aja sama diri kita sendiri apa kegiatan yang paling kita sukai dan bersedia ngerjainnya walau gak dibayar... naaah itu tuh hobby/passion nya kita. Trus liat lagi kita punya ketrampilan apa dan punya network/Pertemanan apa.

Nah dari kombinasi ke 4 poin ini kita bisa menemukan satu hal yang merupakan cikal bakal bisnis kita yang bakalan terus dijalanin walau kepentok, kejedot dst dst... namanya juga hobby dan passion

#3. Step berikutnya lihat problem-problem yang ada di masyarakat, mana yang bisa cocok sama hobby, passion, network dan ketrampilan kita.....begitu ada yang ketemu clingggg jadi deh bisnis kita yang pertama

Gampang khan memulai bisnis... gak perlu bingung2. Lihat kita punya apa dlam diri kita, lihat ada masalah apa di masyarakat dan pas ada yang cocok jadi deh bisnisnya.

Saatnya berbisnis..^^

Sumber:
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11774655

Haruskah Berbisnis ?


Kenapa Sih Harus Punya Bisnis?

Bisnis?? Mungkin, pertanyaan kayak gini pernah muncul di diri kita-kita sekalian, dan bisa jadi jawaban yang ditemuin malah samar atau ngga jelas. Kebanyakan sih karena kita emang ga tau atau ngga mau tau lebih jauh.Yang penting, sekolah selesai, cari kerja yang bagus dan dapetin gaji gede 

Padahal punya bisnis itu penting, meski kita udah bekerja. Ini dia alesannya :

#1. gak ada yang tau kapan kita pensiun atau dipensiunkan.
Klasik banget nih, padahal pensiun itu bisa di usia muda atau di usia normal pensiun, bisa sendiri atau dipensiunkan perusahaan. Kebayang ngga, lagi enak kerja tiba-tiba gaji ilang dan kita ngga punya sumber pengganti gaji. Nah disini pentingnya punya bisnis gan!

#2. pengurangan orang sering jadi solusi ketika kondisi perusahaan susah
Ini yang paling ribet, kita bisa kehilangan pekerjaan karena perusahaan perlu ngurangin biaya operasional, padahal kita udah loyal. Hasilnya, gaji ilang dan obatnya cuma satu, uang pengganti gaji dari bisnis yang dijalani

#bisnis ga bisa langsung hasilkan uang
Bisnis sampe bisa menghasilkan uang itu butuh waktu dan ketekunan, persis kayak memlihara taneman, dari kecil ampe gede disayang-sayang. Karena bisnis tuh berkembangnya butuh waktu, makanya mulai dari sekarang harus punya bisnis, jadi sedia payung sebelum hujan gitu.

#3. Pengangguran makin banyak
Sekarang saingan makin banyak tapi kerjaan belum tentu tersedia. Sedih juga, pas jaman sekolah kita susah trus pas selesai sekolah malah sulit cari pekerjaan. Makanya berbisnis bisa jadi satu solusi mandiri buat masyarakat kita karena membuka lapangan kerja baru. Kita bisa ngembangin diri dan ikut membantu orang lain juga, dobel manfaat deh.

-----------------------------
Jadi gimana gan, udah kepikir pengen punya bisnis? Atau malah udah jalanin bisnis nih? Share bareng yuk, kita diskusi bebas tentang pentingnya punya bisnis. Oke gan, sekian dulu pembuka dari ane, ditunggu ceritanya yaaaaa

MARI BERBISNIS…^^






Sumber :
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11754434

Asyiknya Berbisnis

Saat punya bisnis sendiri itu asyik dan mengasyikkan. Tapi ada juga yang bilang asyiknya kalo lagi untung, kalo lagi buntung mah yang ada cuma pusingnya doang.

Dalam bisnis pasti ada resiko rugi, namun jangan sampai adanya resiko rugi ini membuat kita jadi gak mau/gak berani berbisnis sam sekali, ini yang justru lebih berbahaya dan beresiko  .

Jadi kita sepakat ya kalau berbisnis itu kudu wajib kita upayakan, sehingga kita perlu mendalami lebih jauh apa sih asyiknya kalau kita punya bisnis sendiri. Simak nih beberapa keasyikan yang bisa kita dapat jika punya bisnis sendiri :

1.Waktu kita jadi sangat fleksibel.
kalau kita kerja sama orang khan waktu dah terjadwal teratur senin-jumat jam 08.00 - 17.00, kadang malah sampai malam, gak ada lembur pula
Nah kalo kita punya bisnis sendiri, waktu itu milik kita. Kalo hari ini mau tidur sampe sore ya silahkan tidur gak akan ada yang ngomel. Mau hari ini kerja 24 jam juga gak ada yang komplen karena kita lagi ngurus bisnis sendiri. Mau kerja 7 hari seminggu atau libur 3 bulan juga gak ada yang ngomelin
Intinya kalo kita sudah berkeluarga, bisa mengatur pertemuan dengan keluarga dengan lebih leluasa

2.Tidak ada batasan finansial
Dalam konteks ini kita mau buat omzet bisnis kita sebesar apapun bisa, dan sebaliknya kita mau buat bisnis serugi2nya juga bisa. Namun pertanyaannya kita tentu akan berusaha menghindari kerugian seminim mungkin dan berusaha mendapatkan keuntungan/omzet sebesar mungkin.
Dengan bisis yang semakin berkembang tentu saja akan berakibat langsung kepada omzet bisnis kita yang juga terus meningkat tanpa ada batasan atasnya, kecuali kita sendiri yang membuat batasannya

3. Gue banget deh pokoknya
Maksudnya adalah kebebasan kita dalam mengambil keputusan bisnis untuk hidup kita. Kalo kita kerja khan ada batasan otoritas sehingga kita tidak bisa sembarangan mengambil keputusan.
Nah kalo dalam bisnis sendiri, kebebasan dalam pengambilan keputusan yang "gue banget deh" itu bisa kita lakukan setiap saat. Rasanya nikmat sekali memiliki kebebasan dalam mengambil keputusan untuk hidup kita sendiri di masa sekarang maupun akan datang lewat bisnis yang kita miliki....

4. Memberi manfaat kepada orang lain
Ini dia yang paling asyik kalo kita punya bisnis sendiri. Kita bisa selalu memberi manfaat kepada orang lain. ibarat talang air, kita selalu bisa mengalirkan air kebawah tanpa kita harus mengalami kekeringan ataupun kelebihan air, cukup kita terbasahi dari air yang lewat. Contohnya membuka lapangan pekerjaan untuk banyak orang. Bayangkan kalo salah satu karyawan kita sudah punya keluarga, maka kita melalui bisnis kita sudah bisa menghidupi sebuah keluarga dengan anak isrtinya Nikmat ya bisa bermanfaat untuk orang lain. Belum lagi kalo karyawan kita banyak, otomatis yang doakan bisnis kita juga banyak....

Jadi inilah sekelumit asyiknya berbisnis, masih banyak keasyikan lain yang bisa muncul ditengah ketidakasyikan yang bisa jadi muncul juga. Tapi pantaslah untuk kita coba memiliki bisnis sendiri dan rasakan apa manfaatnya untuk kita

Silahkan kita yang mau tambahkan dari pengalaman asyiknya memiliki bisnis sendiri.
MARI BERBISNIS..!!^^

Sumber :
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11846699

Berbisnis Saja Tidak Cukup

Berbisnis Aja Gak Cukup !!
------------------------------
Seseorang bercerita tentang kegundahannya karena bisnis pertamanya, katakan bisnis (A) awalnya sehat kemudian membuat bisnis (B) yang ternyata kurang bagus performanya.Perlahan tapi pasti, bisnis (B) mulai dibiayai dan menyedot arus kas yang tercipta dari bisnis(A). Ini kayak lingkaran setan yang entah kapan berakhirnya.

Kasus begini memang banyak di negeri kita ini yang banyak anak mudanya sedang belajar bisnis dan saking semangatnya dalam berbisnis sampai bikin bisnis sekian banyak ,Yang jika ada yang colaps pelan-pelan menyebar ke bisnis yang sehat persis kayak infeksi virus.. Serem kan??

Memang sebaiknya kita kalau berbisnis itu gak cukup hanya berbisnis , Jangan lupakan investasi . Dua hal ini, bisnis dan investasi, bagai olah raga tim yang gak bisa ditinggalkan satu sama lain , malah harus saling menunjang

Kenapa saling menunjang?  Karena yang satu, si bisnis, itu adalah alat menciptakan arus kas , dan yang satu lagi, si investasi, adalah alat melipatdakan arus kas .... Dua2nya saling mengisi 
Jadi kalo bisnis kita lagi demam, kayak bisnis (B) di atas gak langsung nyebar ke bisnis (A) tapi masih ditahan sama investasi kita.

Jadi apakah bisnis saja sudah cukup ? Jelas masih kurang dari cukup  !!
Mari kita rubah cara berbisnis kita ^^

Sumber :
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=12000872

Wednesday, January 18, 2012

Dasar Berwirausaha

1. Pengetahuan khusus
Anda harus memiliki pengetahuan khusus terkait dengan bisnis yang akan jalankan. Tanpa mengetahui seluk-beluk produk atau dinamika market tertentu, Anda menempatkan diri Anda pada kegagalan. Kurangnya pengetahuan akan membuat keputusan yang buruk dan belajar dari kesalahan yang mahal bukanlah hal yang mudah bagi pengusaha. Ketika Anda men-set bisnis, hanya ada satu peluang yang sempit – satu atau paling banyak dua tahun – dimana Anda harus sukses sebelum Anda kehabisan sumber atau energi. Terlepas dari pengetahuan khusus, Anda juga harus memahami dasar area dan perdagangan bisnis Anda dengan cepat, mulai dari akun dan administrasi sampai marketing dan produksi.

2. Percaya diri
Meluncurkan bisnis baru adalah perjuangan dan tanpa kepercayaan diri dan kemampuan untuk melihat situasi, maka akan mudah hancur. Karyawan merefleksikan moral pengusaha dan jika mereka merasa Anda tidak jujur atau tidak aman, mereka akan menjadi gelisah dan tidak ada motivasi. Anda harus belajar menyimpan ketakutan dan kecemasan dalam hati dan merefkeksikannya secara personal. Dihadapan publik, Anda harus menjadi figur yang tenang dan percaya diri.

3. Keuletan
Kemampuan untuk melihat situasi adalah kualitas yang dimiliki pengusaha sukses. Orang yang demikian mampu bertahan dalam kondisi bisnis yang tidak menentu dengan keteguhan dan keuletan. Kemauan yang kuat lebih diperlukan di tahap awal usaha, bahkan ketika goncangan kecil terjadi dalam bisnis. Pengusaha harus belajar untuk bangkit dari kegagalan yang dihadapi.

4. Motivasi yang tepat
Mengapa Anda ingin memulai usaha Anda ? Apakah semata-mata untuk menghasilkan banyak uang sehingga Anda bisa membeli kondominium? Apakah ada sesuatu yang lebih tinggi yang mendorong Anda ? Pengusaha yang memiliki motivasi lebih tinggi daripada nilai sekedar kaya cenderung membangun bisnis yang bisa bertahan lama. Mereka di dorong oleh keinginan untuk menciptakan sesuatu yang berharga. Mereka memberikan benefit di lingkungannya dengan memberikan produk dan jasa yang unik atau melakukan sesuatu dengan cara yang lebih baik sehingga memberikan kesejahteraan bagi setiap orang. Tentu, mereka juga menjadi kaya secara signifikan, tapi ini yang jarang dijadikan motivasi utama.

5. Kreatifitas dan inovasi
Kreatifitas adalah kemampuan memberikan solusi unik dari permasalahan. Pengusaha sukses mengadopsi teknik pemecahan masalah yang kreatif untuk menghadapi tantangan. Pemikiran kreatif dan inovatif yang demikian diperlukan di semua area, dari mengisi kekosongan pasar, dan memvisualisasikan produk dengan sistem dan prosedur yang lebih efisien dan biaya yang efektif. Terkadang, hanya diperlukan satu ide bagus untuk mengubah keberuntungan bisnis dan mengeluarkan produk yang bagus.

6. Pandangan Strategik
Tidak ada pengusaha yang sukses tanpa pandangan stratejik terhadap perubahan banyak hal. Langkah apa yang harus diambil dimasa datang? produk baru apa yang diluncurkan ? haruskah operasional dikonsolidasikan atau ekspansi ? investasi uang atau membangun modal cadangan ? apa langkah kompetitor selanjutnya ? akankah terjadi penurunan ekonomis ? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut tergantung pada pandangan stratejik pengusaha. Pengusaha yang sudah lama malang-melintang di dunia bisnis memiliki pengalaman tersebut atau hanya dengan mengandalkan memiliki peluang yang bagus untuk sukses karena mereka bisa merasakan kemana arah angin bertiup dan akan mengarahkan kemudi di arah angin.

7. Kepemimpinan
Seorang pengusaha harus bisa menjadi seorang pemimpin. Kepemimpinan adalah kualitas yang memberikan panduan dan inspirasi bagi mereka yang melihat ke arah Anda. Banyak orang yang beruntung terlahir dengan kualitas kepemimpinan. Bagi yang lain, merupakan keterampilan yang didapat dari kerja keras dan pengalaman. Bagaimanapun, tidak ada pengusaha berhasil tanpa kualitas kepemimpinan untuk memotivasi orang yang bekerja dengannya, dorong mereka untuk memberikan yang terbaik dan tentukan arah kemana mereka melangkah.

8. Menghilangkan ego
Pengusaha dengan ego yang tinggi tidak bisa menghargai pandangan orang lain kecuali pandangannya sendiri. Mereka mudah tersinggung dan orang yang berbakat akan kesulitan bekerja dengannya. Ini bisa menjadi pangkal masalah. Karyawan dengan tingkat self-respect dan intelegensi akan meninggalkan organisasi atau berusaha low profile di tempat kerja. Mereka yang ambisius akan mengatakan pada bos apa yang hanya ingin dia dengar. Pengusaha yang egois tidak bisa menilai karyawan berdasarakan kontribusinya pada perusahaan. Mereka akan menilainya dari sudut pandang suka dan tidak suka. Pengusaha yang demikian akan menjadi santapan kompetitor.

9. Kemampuan untuk berbelok
Fleksibilitas dalam berpikir adalah kualitas kunci bagi pengusaha. Mereka harus bisa merubah pandangan dan strategi berdasarkan situasi yang terjadi. Untuk melakukannya, ego perlu dihilangkan. Jika Anda memiliki sifat yang demikian, Anda tidak akan mengakui kesalahan yang sudah Anda buat dan menolak untuk mempertanggungjawabkan keputusan Anda. Pengusaha yang egois terus menggelontorkan uang untuk proyek yang tidak memiliki harapan memberikan keuntungan. Salah satu contoh yang paling dikenal – yang masih diajarkan di sekolah bisnis – yang memiliki kemampuan untuk berbelok adalah Microsoft. Perusahaan ini tidak menghiraukan fenomena Internet saat mulai populer dipenjuru dunia. Setelah dua tahun mengabaikannya, Microsoft meninjau ulang posisinya dan “membelokkan perusahaan dalam sekejap.” Dalam melakukan perubahan, perusahaan berhadapan dengan teknologi baru, melakukan akuisisi, mengeluarkan produk baru, dan kini berada di garis depan revolusi Internet. Semua ini tidak akan pernah terjadi jika manajer puncak tidak fleksibel dalam melakukan pendekatan dan cukup rendah hati untuk mengatakan “Kami telah melakukan kesalahan dalam hal ini .”

10. Etika
Etika adalah faktor terbesar yang didengar prospek terhadap perusahaan untuk jangka panjang. Rekan – suplier, konsumen, karyawan, bankir, pemegang saham – tidak suka berhubungan dengan pengusaha yang tidak jujur. Mereka akan sulit menghilangkan sakit hatinya dan harus selalu waspada. Kejujuran dan etika adalah benih kepercayaan dan ketika orang lain mulai mempercayai Anda, banyak pintu yang akan terbuka.

Mendapatkan Modal Usaha



1. Mencoba Tempat
Ada beberapa hal seperti tempat usaha, yang bisa kita  nego gratis untuk jangka waktu tertentu, misal untuk 6 bulan trial/masa percobaan! Dengan demikian kita sudah menghemat biaya sewa pada awal membuka usaha. Langkahnya bisa dimulai dari:




I.  Mencari tempat strategis yang layak untuk usaha.

II.  Buat proposal singkat yang berisi “10 Alasan” kenapa kita layak mendapat tempat tersebut dengan gratis! Inti dari 10 alasan tersebut adalah bahwa kita “semut” datang dan atau menaikkan nilai propertinya. Jika kita berhasil menyusunnya maka kita punya power untuk mendapat sewa gratis beberapa saat.

--------------------------------------------------------

2. Bayar Mundur

A. Bayar Mundur ke kontraktor. Cara ini bisa menunda cashflow kita untuk biaya renovasi. Jika kontraktor keberatan, coba tawarkan tambahkan bunga. Minta minimal 3 bulan tenggang waktu pembayaran atau boleh juga dicicil.

B. Beli barang dengan pembayaran mundur. Tips ini bisa diterapkan untuk barang-barang yang sangat mudah dijual dengan pembayaran tunai. Uang hasil penjualan tersebut dengan cepat bisa diputarkan kembali. Kuncinya, utamakan cashflow lancar walaupun marginnya kecil. Bahkan jual rugi(sedikit) pun masih oke, asal dapat uang cash dan bisa bayar mundur ke supplier.

--------------------------------------------------------

3. Bagi Hasil
Bagi hasil/sharing profit (bukan saham) patokannya harus diatas rata-rata bunga bank atau investasi lain seperti emas. Besar kecilnya tergantung dari kestabilan usaha.
Perhitungan yang banyak dipakai untuk melihat potensi investasi sebuah usaha adalah ROI (Return of Invesment) dan PBP (Payback Period).



Sering orang salah kaprah dengan BEP, sebagai tingkat pengembalian modal. Yang benar adalah Payback Period (dalam bulan). Rumusnya berbalik dengan ROI.
Sistem bagi hasil bisa perbulan atau perproyek, dengan kurun waktu atau masa kontrak tertentu. Di akhir masa kontrak, modal bisa dikembalikan. Yang harus diperhatikan dalam sistem ini adalah transparansi ketika membuat perhitungan laba rugi yang biasanya cukup rumit. Kerumitan tersebut bisa juga disiasati dengan prosentasi pembagian yang dihitung langsung dari omset.

--------------------------------------------------------

4. Hutang Bunga Tetap
Cara ini lebih mudah perhitungannya, karena sistemnya sudah jelas dan pasti, tanpa perlu melaporkan laba rugi tiap bulannya. Kekurangan dari sistem ini, kita harus siap menanggung resiko jika ternyata bisnisnya tidak menguntungkan. Dan yang perlu diwaspadai adalah ketika kita meminjam uang di tengkulak, selain bunganya mencekik, jika macet, dendanya bisa menyesakkan dada.

--------------------------------------------------------

5. Jual Saham Temporari
Menjual saham kepada investor dengan opsi dapat dibeli kembali dalam jangka waktu yang disepakati. Saham boleh dibeli kembali dengan nilai saham saat itu. Besarnya pembagian deviden sesuai dengan kesepakatan. Kelebihan dari sistem ini, kita sebagai pendiri bisa mendapatkan saham kita kembali setelah waktu yang disepakati. Biasanya, untuk jumlah investasi yang besar, investor akan menaruh orang keuangan kepercayaannya pada perusahaan kita atau meng-audit perusahaan Agan-agan secara berkala.

--------------------------------------------------------

6. Jual Saham Permanen
Ketika kita mengambil opsi ini, Kita harus benar-benar mempertimbangkan 'siapa' pembelinya, karena pembeli tersebut punya hak suara untuk mengatur bisnis kita.
Kalaupun harus menjual saham, batasi kepemilikan maksimal 30% untuk setiap orang. Hal tersebut dikamsudkan untuk menghindari suara mayoritas. Dan yang terpenting, otorisasi harus jelas!

--------------------------------------------------------

7. Jual Saham Cabang
Jual saham dari cabang yang menguntungkan, bisa 100% (take over) atau sebagian saja. Pewaralaba ternama menggunakan opsi ini untuk menjaga nama baik perusahaannya dan menghindarkan kerugian dari pihak pengambil waralaba. Jika investor/pengambil waralaba langsung mendapatkan untung saat membeli cabang tersebut, efeknya mereka akan repeat order dan bahkan menyebarkan pengalaman tersebut ke calon investor lainnya. Keuntungan pihak pewaralaba adalah mendapatkan selisih dari nilai investasi awal dengan harga jual saat ini, yang disebut 'Good will'. Misalnya, investasi awal 200 juta, setelah 2 tahun, laba 20 juta/bulan (ROI 10%/bulan). Perusahaan kita bisa dijual dengan nilai 400 juta (ROI 5%/bulan), meski nilai asetnya tetap 200 juta. Selisih 200 juta disebut sebagai good will, bisa dipakai untuk membuka cabang kedua! Cara ini lebih elegan untuk memulai bisnis franchise.

--------------------------------------------------------

8. Tukar Guling
Misalnya sewa tempat gratis (nol rupiah) dengan barter training untuk karyawan mall atau jasa, atau barang lainnya. Bisa juga Agan membayar renovasi atau pembelian barang dengan menukar jasa kita dalam kurun waktu tertentu. Bisa juga dikonversi dengan bagi hasil atau saham.

--------------------------------------------------------

9. Pinjaman Lunak BUMN
Perusahaan BUMN memiliki kewajiban untuk menyalurkan sebagian dari
keuntungan tiap tahunnya pada Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).
Persyaratan dan prosedur pinjaman lunak tersebut cukup mudah, bahkan banyak yang tanpa menggunakan agunan. Bunganyapun bisa setengah dari bunga bank. Selain memberikan pinjaman, biasanya perusahaan BUMN juga melakukan pembinaan-pembinaan secara cuma-cuma!

--------------------------------------------------------

10. Ventura
Selain lembaga perbankan, ada lembaga sosial dari luar negeri yang bertugas memperbaiki perekonomian negara lain, termasuk Indonesia. Mereka memberikan kredit usaha dengan persyaratan yang ringan, bunga setengah dari bunga bank, bahkan memberikan pendampingan dalam manajemen usaha. Pada dasarnya pemerintah yang memegang mandat untuk menyalurkan dana tersebut, Namun pada kenyataan pemerintah lebih memilih melimpahkannya kepada perusahaan konsultan swasta untuk memangkas birokrasi dan menghindari korupsi.

--------------------------------------------------------

11. Kartu Kredit (KK)
Sebagian orang takut memiliki KK, karena takut makin konsumtif. Tapi beda hal dengan pengusaha, KK bisa menjadi solusi permodalan yang cepat ditengah persyaratan kredit bank yang rumit.
Ada 2 macam cara penggunaan kartu kredit:

a. Sarana pembayaran mundur. Misalnya kita kulakan barang dagangan dengan menggunakan KK, maka kita tidak perlu membayar tunai saat itu. Seperti diungkap di point 2, kita juga bisa membeli barang yang mudah dijual dengan KK, kemudian dijual cepat (bahkan dengan sedikit rugi), guna mendapatkan uang tunai. Jika kita memiliki beberapa KK, pilihlah yang jatuh temponya terlama terhitung dari tanggal transaks.

b. Gesek tunai. Meski cara ini 'abu-abu' dimata perbankan, tapi merupakan solusi bagi UKM, karena praktis. Penyedia gestun biasanya pemilik toko mas, sarang walet, atau bisa dilihat di iklan baris di koran. Biasanya kita akan dikenakan biaya sebesar 2 - 2,5% dari dana yang Agan ambil. Yang terpenting adalah jangan menggunakan cara ini untuk pengeluaran konsumtif saja! Juga alokasikan untuk modal bisnis yang perputarannya cepat. Bisnis EO juga bisa bermodalkan KK; sebagai DP hotel, percetakan dan lain-lain. Asik, tapi banyak godaannya untuk konsumtif!

--------------------------------------------------------

12. Cash Back Properti
Sebagian besar orang mungkin tidak tahu, bahwa beli properti itu bisa tanpa duit, malahan dapat duit! Ya, dapat duit! Cara ini hanya direkomendasikan untuk bisnis yang sudah jalan dan perputarannya cepat, dengan catatan, propertinya bernilai produktif, baik dipakai sendiri atau disewakan.

--------------------------------------------------------

13. Bank Mertua
"Sebaik-baik bank adalah bank mertua, cicilan kapan saja, bunganya cincai-cincai."

Dengan kombinasi trik-trik diatas, sebenarnya untuk membuka usaha yang baru, hanya perlu dana maksimal 30% saja dari investor (saham), sisanya bayar mundur, nego gratis, KK, dan lainnya.

Menghadapi Resiko Bisnis

1.melakukan riset
Sebelum memulai usaha, sebaiknya kita melakukan riset mengenai hambatan-hambatan yang dimungkinkan muncul ditengah perjalanan usaha. Dengan begitu kita dapat menyiapkan strategi sedini mungkin, untuk mengantisipasi hambatan yang dimungkinkan ada. Misalnya saja resiko persaingan bisnis yang dimungkinkan semakin meningkat.
dianjurkan : Pilihlah peluang bisnis sesuai dengan skill dan minat yang kita miliki, jangan sampai kita memulai usaha hanya karena ikut-ikutan trend yang ada. Dengan memulai usaha sesuai dengan skill dan minat, setidaknya kita memiliki bekal pengetahuan dan keahlian untuk mengurangi dan mengatasi segala resiko yang muncul di tengah perjalanan kita.

2.Carilah Referensi-referensi kunci sukses dalam berbisnis
Carilah informasi mengenai kunci kesuksesan bisnis . Hal tersebut bisa membantu kita untuk menentukan langkah-langkah apa saja yang bisa membuat usaha kita berkembang, dan langkah apa saja yang tidak perlu dilakukan untuk mengurangi munculnya resiko yang tidak diinginkan.

3.Berfikir bijak tentang Resiko
Sesuaikan besar modal usaha yang Anda miliki dengan resiko usaha yang Anda ambil. Jangan terlalu memaksakan diri untuk mengambil peluang usaha yang beresiko besar, jika modal usaha yang Anda miliki juga masih terbatas.

4.Keteguhan Hati dan Kreatifitas
Kesuksesan bisnis bisa dibangun dengan adanya keteguhan hati yang didukung kreatifitas. Dengan keteguhan hati dalam mencapai kesuksesan serta kreatifitas untuk mengembangkan usaha dengan ide-ide baru. Maka segala resiko yang muncul bisa kita atasi dengan baik.

5.Cari informasi tentang prospek bisnis yang kita jalani
Cari informasi tentang prospek bisnis tersebut sebelum mengambil sebuah resiko. Saat ini banyak peluang usaha yang tiba-tiba booming, namun prospek bisnisnya tidak bisa bertahan lama. Hanya dalam hitungan bulan saja, bisnis tersebut surut seiring dengan bergantinya trend pasar. Sebaiknya kita menghindari jenis peluang usaha seperti itu, karena resikonya cukup besar.

6.Lihat tingkat kebutuhan Konsumen

Ketahui seberapa besar tingkat kebutuhan masyarakat akan produk kita. Semakin besar tingkat kebutuhan konsumen akan sebuah produk, maka akan memperkecil resiko bisnis tersebut. Setidaknya resiko dalam memasarkan produk.
-----------------------------------------------------
Dari point-point diatas, bisa diambil kesimpulan bahwa semua resiko bisnis bisa diatasi dengan kejelian, ketekunan dan kreatifitas kita. Oleh karena itu, tingkatkan kemampuan dan pengetahuan kita dalam menjalankan usaha. Agar segala resiko yang muncul ditengah perjalanan, tidak sampai merugikan bisnis kita.

Motif / Alasan berwirausaha (1)

1.BERBISNIS itu sedang memberi MANFAAT untuk orang lain

Nah apakah anda masih GENGSI kalo apa yang anda lakukan dalam bisnis anda ternyata malah bisa memberi manfaat buat orang lain, yang utama memeri manfaat untuk karyawan dan keluarganya karena anda sudah memberi nafkah HALAL kepada mereka.
-------------------------------------------------------------------------
2. Kalo anda BERBISNIS, yang doain anda banyak

Mudah2an hal yang satu ini bisa merubah anda gan GENGSI lagi berbisnis. Kalo anda berbisnis, misalnya punya 2 orang karyawan dan masing2 karyawan sudah berumah tangga dan masing2 punya anak 3 orang.

Nah demi mereka tetap piunya penghasilan, mereka biasanya akan selalu mendoakan tempat mereka bekerja agar tetap maju dan berkembang agar mereka tidak kelihalangan perkerjaan. Nah doa ini selalu disampaikan oleh karyawan dan anggota keluarganya lho... kalo ane hitung tiap hari ada 10 orang yang doain anda dengan ikhlas
-------------------------------------------------------------------------
3. Menjadi PEBISNIS itu pekerjaan MULIA

Ini bukan berarti bekerja dengan orang lain itu gak baik ya. Bekerja dengan orang lain itu baik, tapi menjadi pebisnis itu ada nilai tambahnya yang gak ada saat anda kerja dengan orang lain.

Nilai tambah yang pasti itu :
a. Menempa anda menjadi pemimpin dari A -Z
b. Menempa anda untuk berempati dan ber toleransi terutama saat berhubungan dengan karyawan
c. Menempa anda untuk menjadi manusia yang jujur dan bertanggung jawab
d. Menempa anda menjadi manusia yang selalu memberi manfaat kepada manusia lain
e. Masih banyak nilai tambah lain yang bisa anda tambahkan di sini
-------------------------------------------------------------------------
4. Menjadi PEBISNIS itu membuat dunia anda menjadi berwarna dan ceria

Menjadi pebisnis itu membuat anda mampu melihat dunia dengan penuh warna, tidak hanya melulu urusan datang jam 8 pulang jam 17, telat datangm diomeli bozz dll dll.
Tapi disana banyak pelajaan tentang hidup dan kehidupan yang bisa diambil.